HOME
Home » Blog » Dari Buruh Media Ke Pemilik Media

Dari Buruh Media Ke Pemilik Media

Posted at May 1st, 2017 | Categorised in Blog

Buruh media

Hari buruh yang diperingati setiap tanggal 1 Mei menjadi refleksi tersendiri bagi buruh media. Boleh-boleh saja menuntut kenaikan upah. Seperti yang juga dilakukan oleh para buruh media, diantaranya jurnalis dan kontributor di beberapa perusahaan media. Tapi, kalau mau berpikir lebih “radikal” lagi, kenapa tidak sekalian “membakar kapal”. Artinya, keluar dari pekerjaan sebagai buruh media, untuk kemudian menjadi pemilik media.

Apakah ini mungkin? Jawabannya adalah iya. Salah satunya menjadi pemilik sebuah perusahaan media online. Ya, langkah ini menjadi mungkin karena biaya untuk mendirikan sebuah media online sangat terjangkau dan saya kira bisa diupayakan. Memang, untuk mendirikan media online arus utama (mainstream) yang terdaftar  dan diakui  oleh  Dewan Pers  lumayan sulit. Tapi yang namanya sulit itu kategori bisa. Syaratnya, diantaranya, perusahaan media yang didirikan punya badan hukum berbentuk PT, punya susunan redaksi dan kantor yang jelas, serta  bisa menggaji wartawan atau jurnalisnya dengan layak. Ke depan boleh lah, kita punya cita-cita demikian.

Tapi, sebagai langkah awal dirikan saja media yang boleh dibilang kecil tapi fokus. Banyak sekali contohnya. Saya sendiri punya pengalaman kecil. Saya memutuskan untuk pensiun dari pekerjaan sebagai buruh alias bekerja untuk orang dan perusahaan orang lain beberapa tahun belakangan. Awalnya saya memang tidak langsung membuat sebuah media. Tapi saya mendirikan sebuah biro konsultan media bernama Kanet Indonesia.

Sebagai konsultan, rasanya kok kurang afdhol ketika hanya membuatkan, memberi saran dan sekaligus memberikan layanan kepada siapapun yang ingin memiliki sebuah media, baik cetak maupun online. Itu sebabnya, saya ikhtiar untuk medirikan sebuah media online, diantaranya adalah Majalah Online Wasathon.com dan Majalah Online Halaltren.com.

Majalah Online Wasathon.com saya dirikan sebagai referensi pemikiran Islam. Sebuah media yang lebih banyak sebagai media “Dakwah”. Selain menampilkan wacana-wacana seputar pemikiran Islam, yang dominan media ini juga menerima kiriman resensi (review) beragam buku dari penerbit dan penulislepas. Kemitraan yang kami lakukan baru sebatas itu. Dan untuk penghasilan memang belum seberapa. Kami masih mengandalkan donatur dan penghasilan dari google adsense.

Majalah Online Halaltren.com saya dirikan setahun belakangan untuk lebih fokus lagi. Sebagai referensi seputar isu halal di tanah air. Baik edukasi soal makanan halal, fashion halal (syari), perumahaan dengan model pembayaran syariah,  sampai kepada memberikan informasi kepada publik seputar wisata halal.  Dibanding dengan yang pertama, media ini lebih menghasilkan secara bisnis.

Untuk membuat dan mendirikan media online, saya sendiri punya prinsip. (1) Media online adalah jembatan untuk menghasilkan profit yang lebih besar (2) Media Online adalah sarana paling efektif bagi pemiliknya untuk melakukan personal branding yang kemudian menjadikan profit akan datang sendiri (3) Media Online adalah jalan paling mudah dan murah ketika seseorang ingin mendirikan dan memiliki perusahaan media, setidaknya saya bisa beberkan ada  setidaknya 12 cara bagaimana seseorang bisa menghasilkan dan mendapatkan penghasilan dari bisnis media online.

Jadi, bagi siapapun yang ingin serius mendirikan media online. Saya bersama tim dari Kanet Indonesia siap membantu mewujudkannya. Jangan ragu-ragu, kontak saya di  nomor  telepon dan WA: 082123147969 (Yons Achmad).

 

No comment for Dari Buruh Media Ke Pemilik Media

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Post to Dari Buruh Media Ke Pemilik Media

Konsultan Media di Jakarta

Posted at July 7, 2017

Bagi Anda yang sedang mencari jasa konsultan media, khususnya di Jakarta, tidak salah lagi. Kami, Kanet Indonesia, adalah partner yang tepat bagi Anda. Kami... Read More

Narasi Etis Opini

Posted at June 23, 2017

KEPADA siapakah mayoritas ruang pemberitaan kita berikan dalam tarik ulur Panitia Khusus Hak Angket DPR tentang Komisi Pemberantasan Korupsi? Pertanyaan semacam ini menguji sikap... Read More

Menyetankan Habib Rizieq Lewat Media, Percuma !

Posted at May 18, 2017

Menyetankan Habib Rizieq Lewat Media, Percuma ! :Yons Achmad (Pengamat media, Founder Kanet Indonesia) Siapa tokoh muslim Indonesia yang dikenal dengan nahi munkarnya? Jawabnya... Read More

Stop Jadikan Ahok Penglaris Media

Posted at May 16, 2017

Stop Jadikan Ahok Penglaris Media :Yons Achmad (Pengamat Media | Founder  Kanet Indonesia)   Apakah setiap media yang beritakan Ahok  berarti bentuk dukungan? Jawabannya... Read More

7 Standar Literasi Media Islam Online

Posted at April 27, 2017

 Prinsip produksi berita online .Verifikasi (tabayun) akurasi informasi dan cermat memeriksa kredibilitas narasumber (mengadopsi pakem ilmu jarh wa ta’dil) .Memastikan dipatuhinya kode etik jurnalistik... Read More


tesssssss