HOME
Home » Blog » Warna Baru Pidato Kebudayaan Dewan Kesenian Jakarta

Warna Baru Pidato Kebudayaan Dewan Kesenian Jakarta

Posted at November 11th, 2016 | Categorised in Blog

pidato-kebudayaan-dkj-lukman-saifuddin
Setelah sukses dalam penyelenggaraan tradisi tahunan Pidato Kebudayaan (2013-2015), Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) memberikan sentuhan warna baru . Bertempat di Teater Jakarta, TIM, Cikini acara ini digelar (10/11).

Sebelumnya Pidato Kebudayaan disajikan dengan seni panggung yang mencakup seni video, infografik dan musik serta penataan panggung untuk mengoptimalkan penyampaian buah pikiran sang cendekiawan.

Kali ini, format Pidato Kebudayaan yang semula disampaikan dalam pidato tunggal, menjadi penyampaian gagasan bersama dari dua orang cendekiawan yang dipilih mewakili suara-suara jernih dan terkini. Format baru yang disebut DKJ sebagai “Forum Pidato Kebudayaan”.

Mengusung tema “Setelah Polemik Kebudayaan: Di Mana, Ke Mana Indonesia? Forum ini lebih diarahkan untuk memantik diskusi dan penggalian wacana lanjutan untuk melontarkan gagasan-gagasan tentang Indonesia dan visi tentang orientasi kebudayaan bagi bangsa.

Sebagai pemantik diskusi dipilih dua orang yang memberikan orasinya. Lukman Hakim Saifudding (Menteri Agama RI) dan Premana W. Permadi, seorang Astrofisikawan (Dosen ITB).

Lukman HS menyampaikan gagasannya bertema “Kedewasaan Beragama dan Masalah-Masalah Kemanusiaan Masa Kini”. Dalam pidatonya dibicarakan bagaimana sosok ideal manusia Indonesia.

“Manusia Indonesia yang ideal adalah sosok yang punya kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional, kecerdasan spiritual sekaligus kecerdasan kultural” katanya.

Sementara Premana W. Premadi menyampaikan gagasan bertema ” Menggugah Welas Asih Lewat Pola Pikir Ilmiah”. Kita diajak mendengarkan percakapan batin, menyelami pemikiran dan kegelisahannya.

“Pembelajaran sains di sekolah mestinya menyertakan disiplin kerja sains, sebab inilah yang membangun pola pikir ilmiah yang memperkuat kemampuan dan kebiasaan rasional, sekaligus melengkapinya dengan pagar-pagar etika” tuturnya.

Forum Pidato Kebudayaan ini juga dilengkapi dengan suguhan musik oleh kuartet yang terdiri dari Nikita Dompas (Gitar), Indra Perkasa (Contra Bass), Adra Karim (Organ) dan Elfa Zulham (Drum) yang tergabung dalam TPE (Tomorrow People Ensemble) segingga menambah semarak acara. (Yons Achmad/kanetindonesia.com).

No comment for Warna Baru Pidato Kebudayaan Dewan Kesenian Jakarta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Post to Warna Baru Pidato Kebudayaan Dewan Kesenian Jakarta

Konsultan Media di Jakarta

Posted at July 7, 2017

Bagi Anda yang sedang mencari jasa konsultan media, khususnya di Jakarta, tidak salah lagi. Kami, Kanet Indonesia, adalah partner yang tepat bagi Anda. Kami... Read More

Narasi Etis Opini

Posted at June 23, 2017

KEPADA siapakah mayoritas ruang pemberitaan kita berikan dalam tarik ulur Panitia Khusus Hak Angket DPR tentang Komisi Pemberantasan Korupsi? Pertanyaan semacam ini menguji sikap... Read More

Menyetankan Habib Rizieq Lewat Media, Percuma !

Posted at May 18, 2017

Menyetankan Habib Rizieq Lewat Media, Percuma ! :Yons Achmad (Pengamat media, Founder Kanet Indonesia) Siapa tokoh muslim Indonesia yang dikenal dengan nahi munkarnya? Jawabnya... Read More

Stop Jadikan Ahok Penglaris Media

Posted at May 16, 2017

Stop Jadikan Ahok Penglaris Media :Yons Achmad (Pengamat Media | Founder  Kanet Indonesia)   Apakah setiap media yang beritakan Ahok  berarti bentuk dukungan? Jawabannya... Read More

Dari Buruh Media Ke Pemilik Media

Posted at May 1, 2017

Hari buruh yang diperingati setiap tanggal 1 Mei menjadi refleksi tersendiri bagi buruh media. Boleh-boleh saja menuntut kenaikan upah. Seperti yang juga dilakukan oleh... Read More


tesssssss