HOME
Home » Blog » Menyoal Ceramah Bermasalah di TV ONE

Menyoal Ceramah Bermasalah di TV ONE

Posted at August 27th, 2016 | Categorised in Blog

Ust Jujun Junaedi_TV ONE

Saya mendapat pesan Whatsapp. Isinya menyayangkan acara ceramah “Damai Indonesiaku” di TV One terkena sanksi/teguran Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Tema ceramahnya “Jabatan Adalah Amanah” (30/7/16) pukul 16.36 WIB. Dibawakan oleh Ustadz Jujun Junaedi yang tegas mengatakan bahwa “Memilih Pemimpin Kafir Hukumnya Haram”.

Berdasarkan pemantauan, aduan masyarakat, dan hasil analisis, KPI Pusat telah menemukan pelanggaran pada Program Siaran “Damai Indonesiaku” yang ditayangkan oleh stasiun TV ONE itu.

Program tersebut menampilkan dakwah/ceramah di mana terdapat segmen sesi tanya jawab “boleh gak orang Islam memilih pimpinan orang Kristen?”, “sepanjang ada mukmin jangan pilih kafir”, “..rakyatnya jangan kaya rakyat jablay dong”, “pemimpinnya bisa jadi germo, rakyatnya jablay”.

KPI Pusat menilai perbincangan tersebut tidak dapat ditayangkan di ruang publik karena dapat menimbulkan ketidaknyamanan di masyarakat. Patut diingat, bahwa segala sesuatu yang berkaitan dengan Suku, Agama, Ras dan Antargolongan (SARA) adalah hal yang sangat sensitif dan wajib dihormati. Jenis pelanggaran ini dikategorikan sebagai pelanggaran atas penghormatan terhadap nilai-nilai kesukuan, agama, ras, dan antargolongan.

KPI Pusat memutuskan bahwa program tersebut telah melanggar Pedoman Perilaku Penyiaran Komisi Penyiaran Indonesia Tahun 2012 Pasal Pasal 6, Pasal 9, Pasal 14 serta Standar Program Siaran Komisi Penyiaran Indonesia Tahun 2012 Pasal 6 Ayat (1), Pasal 9 Ayat (1), dan Pasal 15 Ayat (1).

Lantas, bagaimana kita menyikapi sanksi KPI ini?

Saya kira, tindakan KPI sudah tepat. Tayangan ceramah bermasalah pantas di cegah. Ini bukan soal anti Islam atau melawan Al-Quran. Saya sendiri muslim. Setuju bahwa tak boleh memilih pemimpin kafir. Keyakinan saya ini mungkin juga dimiliki banyak penonton dari kalangan umat Islam. Tapi, bisa jadi banyak juga yang membolehkan pemimpin non Islam.

Taruh misalnya kalangan Islam Liberal maupun anak-anak muda Muhammadiyah khususnya aktivis Maarif Institute dengan “Fikih Kebinekaannya” yang membolehkan umat Islam memilih pemimpin non Islam. Jadi, tetap saja persoalan memilih pemimpin ini banyak ragam pendapat di masyarakat.

Yang menjadi masalah adalah ketika disampaikan di televisi. Stasiun televisi menggunakan frekuensi milik publik di mana masyarakat manapun berhak misalnya mengadukan acara yang dirasa sensitif, mengganggu kenyaman atau bermasalah. Dalam ceramah itu, saya kira, walaupun barangkali substansinya diyakini benar, tapi ketika sudah masuk ruang publik (media) khususnya televisi sudah sepantasnya kita mengerti batasan-batasannya.

Saya kira, teguran KPI ini bukan sebuah pengekangan. Kita tak perlu emosi dan menyikapinya dengan penuh amarah. Tapi justru menjadi bahan evaluasi agar acara ceramah KeIslaman ke depan bisa dikemas lebih “cantik” tanpa kehilangan substansi yang dibicarakan. Demikian.

Yons Achmad. Pengamat Media. Founder KanetIndonesia.com. WA:082123147969.

1 Comment for Menyoal Ceramah Bermasalah di TV ONE

  • fauzi gharib says:

    KPU boleh dianggap benar tindakannya, isi ceramah di tv one pun substansinya benar.
    Kekeliruannya dimana? Konon katanya karena disampaikan diruang publik dan itu menimbulkan ketidak nyamanan sebagian warga publik. Selanjutnya itu dikategorikan melanggar undang2.
    Sementara, ceramah2 yang isinya semakna dengan isi ceramah di tv one sudah lumrah diberbagai media massa/sosial lain.
    Sebenarnya, umum sudah memaklumi bahwa muslimin arus utama memang memegang prinsip ajaran tentang memilih pemimpin seperti itu dengan catatan peluangnya terbuka dan tidak ada halangan apapun yang berarti.
    Tinggal masalah ungkapan2 nya saja, saya setuju dengan penulis status ini, agar dikemas dengan “indah”, sekalipun substansinya tetap tandas jelas,sehingga publik pemiarsa juga tetap relatif nyaman dan damai serta kemudian mengerti dengan baik dan siap menghormati apa yang jadi pegangan muslimin arus utama tersebut. Wallahu a’lam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Post to Menyoal Ceramah Bermasalah di TV ONE

Konsultan Media di Jakarta

Posted at July 7, 2017

Bagi Anda yang sedang mencari jasa konsultan media, khususnya di Jakarta, tidak salah lagi. Kami, Kanet Indonesia, adalah partner yang tepat bagi Anda. Kami... Read More

Narasi Etis Opini

Posted at June 23, 2017

KEPADA siapakah mayoritas ruang pemberitaan kita berikan dalam tarik ulur Panitia Khusus Hak Angket DPR tentang Komisi Pemberantasan Korupsi? Pertanyaan semacam ini menguji sikap... Read More

Menyetankan Habib Rizieq Lewat Media, Percuma !

Posted at May 18, 2017

Menyetankan Habib Rizieq Lewat Media, Percuma ! :Yons Achmad (Pengamat media, Founder Kanet Indonesia) Siapa tokoh muslim Indonesia yang dikenal dengan nahi munkarnya? Jawabnya... Read More

Stop Jadikan Ahok Penglaris Media

Posted at May 16, 2017

Stop Jadikan Ahok Penglaris Media :Yons Achmad (Pengamat Media | Founder  Kanet Indonesia)   Apakah setiap media yang beritakan Ahok  berarti bentuk dukungan? Jawabannya... Read More

Dari Buruh Media Ke Pemilik Media

Posted at May 1, 2017

Hari buruh yang diperingati setiap tanggal 1 Mei menjadi refleksi tersendiri bagi buruh media. Boleh-boleh saja menuntut kenaikan upah. Seperti yang juga dilakukan oleh... Read More


tesssssss