HOME
Home » Blog » Stand Up Comedian (Harusnya) Tanpa Cacian

Stand Up Comedian (Harusnya) Tanpa Cacian

Posted at August 23rd, 2016 | Categorised in Blog

Arafah Rianti Suca 2

 
Stand up Comedian perlu lebih sopan, tak perlu ada cacian. Sopan. Kata ini bagi anak muda memang agak normatif. Kadang, ketika para orang tua mengajak anak-anak muda  untuk sopan, malah dibalas dengan komentar “Itu koruptor ngomongnya sopan-sopan di media Mas”.  Dilematis memang. Tapi, tak ada salahnya ajakan untuk bicara sopan ini juga diapresiasi, apalagi ketika bicara atau tampil di televisi yang ada hak publik di sana.
 

Televisi menggunakan frekuensi publik, jadi tak bisa sembarangan orang  seenaknya tampil semaunya. Kalau nekad, maka publik juga punya hak untuk mengkritisinya. Termasuk bagaimana stand up comedian juga perlu lebih sopan, tanpa cacian ketika tampil menghibur penonton. Saya kira, ajakan demikian tak akan menghambat kreatifitas mereka.
 

Beberapa waktu lalu, berdasarkan pemantauan, aduan masyarakat, dan hasil analisis,  Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat telah menemukan pelanggaran pada Program Siaran “Stand Up Comedy Academy 2” yang ditayangkan oleh stasiun INDOSIAR pada tanggal 08 Agustus 2016 pukul 23.29 WIB.
 

Program tersebut menampilkan 2 (orang) pria yang berpantun dengan kalimat ejekan, “pasar baru gondangdia, bang arif didu mirip buaya”. Selain itu pada tanggal 2, 3, 5, 7, 8, dan 9 Agustus 2016 terdapat pula kalimat-kalimat ejekan yang merendahkan, seperti “sedot wc”, “tikungan wc”, “mulutnya bau oli”, “pesek”, “temon kalau kesel jakunnya maju”, “orang kontet”, “badan lo kaya pion”, “galon”, “kaya kasur dijemur”, “kotak angpao”, “pendek”, “gede banget kaya kasur”. KPI Pusat menilai muatan demikian tidak dapat ditayangkan karena berdampak negatif dan berpotensi ditiru oleh remaja. Jenis pelanggaran ini dikategorikan sebagai pelanggaran atas norma kesopanan, perlindungan remaja, serta perlindungan kepada orang dan masyarakat tertentu.
 

KPI Pusat memutuskan bahwa program tersebut telah melanggar Pedoman Perilaku Penyiaran Komisi Penyiaran Indonesia Tahun 2012 Pasal 9, Pasal 14, dan Pasal 15 Ayat (2) serta Standar Program Siaran Komisi Penyiaran Indonesia Tahun 2012 Pasal 9 Ayat (2), Pasal 15 Ayat (1), dan Pasal 17 Ayat (2) huruf d.
 

Dalam sebuah tayangan, saya pernah menonton juri acara itu, Eko “Patrio” yang juga anggota DPR dari PAN memang pernah mengingatkan. Diantaranya kepada Arafah, stand up comedian asal Depok untuk mengganti kata-kata “Ibu saya ngeselin” dengan kata-kata yang lebih sopan. Begitu juga Ical yang badannya kecil disarankan untuk tidak menggunakan kata “Kate” untuk mengolok-olok dirinya dan orang-orang yang (maaf) berbadan cebol. Memang, penggunaan kata lain itu tak mudah. Tapi bagaimanapun juga, tetap perlu diusahakan. Seperti “filosofi” para stand up comedian sendiri yang katanya ingin menciptakan hiburan-hiburan yang mencerdaskan.
 

Nah sekarang, ketika sebuah stasiun televisi menayangkan acara yang melanggar aturan,  memang mereka yang dianggap bersalah. Tapi, saya kira hal ini juga bisa menjadi tanggungjawab para mentor stand up comedian begitu para juri yang  tampil di sana.  Ini PR kecil yang saya kira menjadi masukan bagi kemajuan stand up comedian ke depan.
 

(Penulis. Yons Achmad.  Pengamat Media.  Founder KanetIndonesia.com. WA: 082123147969).

No comment for Stand Up Comedian (Harusnya) Tanpa Cacian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Post to Stand Up Comedian (Harusnya) Tanpa Cacian

Konsultan Media di Jakarta

Posted at July 7, 2017

Bagi Anda yang sedang mencari jasa konsultan media, khususnya di Jakarta, tidak salah lagi. Kami, Kanet Indonesia, adalah partner yang tepat bagi Anda. Kami... Read More

Narasi Etis Opini

Posted at June 23, 2017

KEPADA siapakah mayoritas ruang pemberitaan kita berikan dalam tarik ulur Panitia Khusus Hak Angket DPR tentang Komisi Pemberantasan Korupsi? Pertanyaan semacam ini menguji sikap... Read More

Menyetankan Habib Rizieq Lewat Media, Percuma !

Posted at May 18, 2017

Menyetankan Habib Rizieq Lewat Media, Percuma ! :Yons Achmad (Pengamat media, Founder Kanet Indonesia) Siapa tokoh muslim Indonesia yang dikenal dengan nahi munkarnya? Jawabnya... Read More

Stop Jadikan Ahok Penglaris Media

Posted at May 16, 2017

Stop Jadikan Ahok Penglaris Media :Yons Achmad (Pengamat Media | Founder  Kanet Indonesia)   Apakah setiap media yang beritakan Ahok  berarti bentuk dukungan? Jawabannya... Read More

Dari Buruh Media Ke Pemilik Media

Posted at May 1, 2017

Hari buruh yang diperingati setiap tanggal 1 Mei menjadi refleksi tersendiri bagi buruh media. Boleh-boleh saja menuntut kenaikan upah. Seperti yang juga dilakukan oleh... Read More


tesssssss