HOME
Home » Blog » Sylviana Murni Perlu Didukung Warga Betawi

Sylviana Murni Perlu Didukung Warga Betawi

Posted at August 22nd, 2016 | Categorised in Blog

sylviana murni
Secara pribadi, saya kenal Sylviana sejak masih di Keluarga Mahasiswa Betawi (KMB). Sejak tahun 1978 sudah sudah saling kenal. Sebelum bekerja di pemerinahan dia masuk jadi “Abang None” Jakarta. Dia berkarir merangkak dari bawah. Naik terus. Lalu pelan-pelan naik sampai menduduki jabatan sekarang ini. Dari sini terlihat pengalaman yang dia punya bagus sekali. Selain di pemerintahan, dia juga aktif berorganisasi, termasuk dikalangan generasi muda, salah satunya Pramuka. Di organisasi Betawi sendiri, semua orang kenal dia.

Kesan saya dalam hal pekerjaan, setiap tugas yang dibebanan kepadanya selalu dikerjakan dengan baik. Seringkali kita malah kadang keteteran. Dia speed-nya tinggi. Termasuk ketika dia menjadi bawahan Jokowi maupun bawahan Ahok. Lembur, kerja sampai malam, sudah biasa baginya. Stamina orang ini luar biasa. Yang kita tahu dia bekerja tidak hanya koar sana sini tanpa adanya sesuatu yang dia kerjakan. Sementara isu-isu miring tentang dia tak banyak kita dengar, liha atau baca lewat media. Karirnya saya kira mulus-mulus saja.

Terakhir saya dengar isu dia dituding oleh atasanya, Gubernur DKI Jakarta sebagai orang yang menjebak istrinya Veronica Tan dalam rapat revitalisasi Kota Tua. Tapi tuduhan ini tak mampu “menggoyang” dirinya. Saya sendiri menilai, kalau urusan jebak menjebak ini hanya urusan sudut pandang saja. Tapi, kalau boleh bercanda, umumnya kalau kita lihat performa dalam pemerintahan kita “Istri pejabat biasanya memang lebih berkuasa daripada pejebat itu sendiri”. Tapi sekali lagi, saya tegaskan, kalau urusan Kota Tua itu sekadar sudut pandang saja. Kita tak bisa percaya begitu saja tuduhan Ahok itu.

Dalam urusan jabatan, kalau dia sudah dikasih amanah, betapapun mungkin tak mengenakkan, tetap diterima sebagai tugas. Misalnya ketika atasannya “Kurang ajar”, menempatkan dia sebagai Kepala Satpol PP. Jelas ini menjadi tugas berat, walapun begitu toh bisa juga tugas itu diselesaikan dengan baik olehnya. Hingga kemudian, terakhir menjadi Deputi Bidang Pariwisata dan Budaya.

Bagi saya dan kami orang Betawi, kita menilai dia cocok berada di situ. Artinya, kami sangat berharap kepada dia untuk tetap mempertahankan bahkan lebih menghidupkan budaya Betawi. Masa kepemimpinannya, saya nilai sudah banyak dilakukan. Misalnya menghidupkan Condet, Setu Babakan, gedung kesenian Betawi dll.

Selain aspek budaya, aspek pariwisata juga dibangun. Hanya, di masa sekarang ini, tak bisa orang terlalu menonjolkan diri. Apalagi di era memanasnya pilkada DKI ini, artinya bisa menjadi isu yang sensitif ketika orang mau sedikit membuka diri atas prestasi dan mencoba berkomunikasi lebih intens dengan warga Jakarta. Belum lagi relawan-relawan kubu sebelah yang tentu saja akan “memotong” dia karena dianggap bisa menyaingi pamor ”Kubu sebelah”.

Contohnya ketika misalnya Sandiaga Uno melakukan pertemuan dengan Sylviana. Barangkali hanya pertemuan biasa tapi sudah muncul tuduhan, dibelakang menelikung Ahok, atasanya sendiri. Kita memang tak tahu, ya mungkin itu memang agenda politik. Tapi kita tak benar-benar tahu. Tapi terlepas benar atau tidak saya merasa bahwa Sandiaga pintar memilih orang yang tepat.

Memilih orang yang dalam karir pemerintahannya tidak usah diragukan lagi. Jadi kalau untuk mitra sebagai wakil gubernur sudah tepat. Selain itu, dia tokoh wanita Betawi yang potensial. Sampai saat ini, tokoh Betawi yang menonjol ya dia. Sungguh tepat Sandiaga Uno mendekati dia. Masalahnya Sandiaga Uno sendiri belum fix diusung menjadi calon gubernur. Tapi, barangkali itu mungin juga permintaan dari partai agar Sandiaga Uno mencari calon wakil yang tepat.

Kalau dikalangan kami ini, yang tergabung dalam Betawi Kumpul. Yang terdiri dari para intelektual, menilai siapun mereka orang Betawi, diposisi calon gubernur maupun wakil gubernur kemudian kita melihat dia punya potensi yang baik, semuanya kita dukung. Siapapun dia. Bahkan dua atau tiga silakan saja. Kita prinsipnya mendukung, selama tadi, dia memang bagus, tidak punya cacat. Karena bagi saya dan kelompok intelektual, malu kalau sampai mengajukan orang Betawi yang tidak punya potensi maupun banyak cacatnya. Sebagai intelektual, pastinya akan memberikan kepada masyarakat dan bangsa orang-orang Betawi yang terbaik.

Makanya, teman-teman mendukung Sylvi untuk maju. Karena alasan sejak mahasiswa sampai sekarang ini kita menilai dia punya nilai baik. Ketika kami coba mengontaknya, memang jawabannya singkat saja, dia hanya mengatakan seraya berdoa “Tempatkan aku Ya Allah di posisi yang memang baik”. Nah momentum pikada DKI ini, saya kira dia menjadi orang yang tepat untuk menuju ke sana. Semoga doanya terkabul.

(Penulis dr. Chairil Anwar Soleh SP. An. Bekerja sebagai dokter Spesialis Anestesi di RS Dharmais, Jakarta/ Bergiat di organisasi Betawi Kumpul).

Comment Closed: Sylviana Murni Perlu Didukung Warga Betawi

Sorry, comment are closed for this post.

Related Post to Sylviana Murni Perlu Didukung Warga Betawi

Konsultan Media di Jakarta

Posted at July 7, 2017

Bagi Anda yang sedang mencari jasa konsultan media, khususnya di Jakarta, tidak salah lagi. Kami, Kanet Indonesia, adalah partner yang tepat bagi Anda. Kami... Read More

Narasi Etis Opini

Posted at June 23, 2017

KEPADA siapakah mayoritas ruang pemberitaan kita berikan dalam tarik ulur Panitia Khusus Hak Angket DPR tentang Komisi Pemberantasan Korupsi? Pertanyaan semacam ini menguji sikap... Read More

Menyetankan Habib Rizieq Lewat Media, Percuma !

Posted at May 18, 2017

Menyetankan Habib Rizieq Lewat Media, Percuma ! :Yons Achmad (Pengamat media, Founder Kanet Indonesia) Siapa tokoh muslim Indonesia yang dikenal dengan nahi munkarnya? Jawabnya... Read More

Stop Jadikan Ahok Penglaris Media

Posted at May 16, 2017

Stop Jadikan Ahok Penglaris Media :Yons Achmad (Pengamat Media | Founder  Kanet Indonesia)   Apakah setiap media yang beritakan Ahok  berarti bentuk dukungan? Jawabannya... Read More

Dari Buruh Media Ke Pemilik Media

Posted at May 1, 2017

Hari buruh yang diperingati setiap tanggal 1 Mei menjadi refleksi tersendiri bagi buruh media. Boleh-boleh saja menuntut kenaikan upah. Seperti yang juga dilakukan oleh... Read More


tesssssss