HOME
Home » Blog » KPI Sebagai Pemantau Media Online, Mungkinkah?

KPI Sebagai Pemantau Media Online, Mungkinkah?

Posted at August 19th, 2016 | Categorised in Blog

media online

Apa lembaga yang saat ini secara serius mengawasi dan memantau media online? Jawabannya tidak ada. Memang, saat ini kita punya Dewan Pers, salah satunya bertugas menetapkan dan mengawasi pelaksanaan Kode Etik Jurnalistik.

Masalahnya sekarang, banyak sekali situs atau media online yang tidak terdaftar di Dewan Pers. Artinya, banyak perusahaan media online “abal-abal” yang ditandai misalnya tidak jelas siapa pengelolanya, di mana kantor redaksinya, juga tidak ada badan hukum yang menaunginya.

Di kalangan akademisi, memang pernah ada satu inisiatif untuk melakukan pemantauan media online. Salah satunya lewat peluncuran situs Digi-Journalism.or.id, sebuah komunitas dan situs non-partisan yang menaruh konsern pada perkembangan jurnalisme online dan media digital di Indonesia.

Lembaga ini disponsori oleh Open Society, Inggris, untuk memetakan perkembangan mutakhir media digital di Indonesia dan difasilitasi oleh Yayasan Tifa Indonesia. Para aktivisnya berasal dari Fisipol UGM khususnya, Ilmu Komunikasi. Sayangnya, situs itu tak lagi update.

Terkait dengan pemantauan media online, ada kabar bagus dari Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) periode 2016-2019. Di Media (Liputan6.com/17/8/2016), Ketua KPI Yuliandre Darwis berniat tak hanya melakukan pemantauan dan pengawasan penyiaran televisi saja. KPI juga berencana mengawasi pemberitaan sejumlah media online. Apalagi, kini media online mulai menjamur. Oleh karena itu, KPI ingin merevisi undang-undang penyiaran yang saat ini lebih konsentrasi ke tayangan televisi saja.

Memang niatan KPI ini patut kita apresiasi dan perlu dukungan. Peluang KPI bisa melebarkan sayap pengawasan dan pemantauan, tak hanya televisi tapi juga media online itu mungkin. Tapi, saya kira, merevisi Undang-Undang bukan perkara mudah. Nah sekarang, untuk mengisi kekosongan peran sebelum revisi itu berhasil, apa boleh buat, partisipasi masyarakat perlu terus digaungkan.

Bagaimana publik terlibat secara aktif melakukan pemantuan terhadap media online. Terutama dalam soal bagaimana meluruskan pemberitaan yang seringkali salah, keliru serta informasinya menyesatkan. Beragam kritik kepada media online perlu terus kita lakukan demi menjaga akal sehat bermedia. (Yons Achmad/Pengamat media/Founder Kanetindonesia.com/WA:082123147969).

No comment for KPI Sebagai Pemantau Media Online, Mungkinkah?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Post to KPI Sebagai Pemantau Media Online, Mungkinkah?

Konsultan Media di Jakarta

Posted at July 7, 2017

Bagi Anda yang sedang mencari jasa konsultan media, khususnya di Jakarta, tidak salah lagi. Kami, Kanet Indonesia, adalah partner yang tepat bagi Anda. Kami... Read More

Narasi Etis Opini

Posted at June 23, 2017

KEPADA siapakah mayoritas ruang pemberitaan kita berikan dalam tarik ulur Panitia Khusus Hak Angket DPR tentang Komisi Pemberantasan Korupsi? Pertanyaan semacam ini menguji sikap... Read More

Menyetankan Habib Rizieq Lewat Media, Percuma !

Posted at May 18, 2017

Menyetankan Habib Rizieq Lewat Media, Percuma ! :Yons Achmad (Pengamat media, Founder Kanet Indonesia) Siapa tokoh muslim Indonesia yang dikenal dengan nahi munkarnya? Jawabnya... Read More

Stop Jadikan Ahok Penglaris Media

Posted at May 16, 2017

Stop Jadikan Ahok Penglaris Media :Yons Achmad (Pengamat Media | Founder  Kanet Indonesia)   Apakah setiap media yang beritakan Ahok  berarti bentuk dukungan? Jawabannya... Read More

Dari Buruh Media Ke Pemilik Media

Posted at May 1, 2017

Hari buruh yang diperingati setiap tanggal 1 Mei menjadi refleksi tersendiri bagi buruh media. Boleh-boleh saja menuntut kenaikan upah. Seperti yang juga dilakukan oleh... Read More


tesssssss