HOME
Home » Blog » Merdeka Itu Terbebas dari Tayangan Buruk Televisi

Merdeka Itu Terbebas dari Tayangan Buruk Televisi

Posted at August 17th, 2016 | Categorised in Blog

Televisi sehat

Di surat kabar, saya membaca pengakuan seorang pencuri kendaraan bermotor. Ketika ditanya dari mana inspirasi di dapatkan karena modus pencurian tergolong rapi, jawabnya lugu “Saya menonton di berita televisi”. Pengakuan pembunuh dengan cara memutilasi (memotong bagian tubuh) juga sama, ketika ditanya dari mana ide muncul dijawab “Dari menontol televisi”. Saya kira, ini hanya sebagian kecil saja bagaimana tayangan televisi punya efek buruk. Sebuah tayangan yang mungkin luput dari pikiran produsen berita (televisi) tapi memapar khalayak mendapatkan inspirasi beragam modus kejahatan.

Di televisi, kita juga masih bisa saksikan. Iklan partai politik berupa Mars partai yang melolong setiap saat tanpa kita kehendaki, tayangan hiburan yang tidak lucu, bahkan cenderung hanya mengolok-olok fisik seseorang masih marak. Sinetron-sinetron Jakarta sentris yang masih mendominasi dan bertolak belakang dengan kehidupan masyarakat, terutama di daerah-daerah. Belum lagi, sebuah stasiun televisi yang menjadi corong tokoh partai tertentu.

Melihat fenomena demikian, apakah kita sudah merdeka di dunia penyiaran? Saya kira belum. Kita masih terus terpapar tayangan buruk dan tidak bermutu di televisi. Kita belum terbebas dari penjajahan media, khususnya televisi yang setiap saat merongrong kita, baik disadari maupun tidak oleh masyarakat kita yang hampir setiap rumah punya televisi di ruang tamunya.

Itu sebabnya, kita perlu terus menyalakan akal sehat dan sikap kritis kita untuk menolak tayangan buruk televisi itu. Langkahnya, kita pro aktif melakukan penolakan. Baik melalui petisi online, surat pembaca, maupun saluran pengaduan, salah satunya melalui situs KPI.go.id. Itulah bentuk perjuangan kita dalam dunia penyiaran. Dan rasanya perjuangan ini masih panjang. Memang, saat ini sudah ada Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) yang salah satunya bertugas mengawasi isi siaran.

Tapi, saya kira tugasnya tetap perlu di dukung oleh komunitas-komunitas literasi media di tanah air. Entah dari kampus-kampus maupun inisiatif masyarakat. Sinergi KPI dan komunitas literasi media saya kira menjadi syarat mutlak untuk melahirkan “Televisi Sehat”. Ruang bermedia yang tak hanya mengeksploitasi apapun demi keuntungan perusahaan (stasiun televisi), tapi juga turut andil memajukan khalayak lewat informasi yang bermutu dan hiburan yang mendidik agar kehidupan masyarakat lebih baik. Bukan sebaliknya (Yons Achmad/Pengamat media/Founder Kanetindonesia.com/ WA:082123147969).

No comment for Merdeka Itu Terbebas dari Tayangan Buruk Televisi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Post to Merdeka Itu Terbebas dari Tayangan Buruk Televisi

Konsultan Media di Jakarta

Posted at July 7, 2017

Bagi Anda yang sedang mencari jasa konsultan media, khususnya di Jakarta, tidak salah lagi. Kami, Kanet Indonesia, adalah partner yang tepat bagi Anda. Kami... Read More

Narasi Etis Opini

Posted at June 23, 2017

KEPADA siapakah mayoritas ruang pemberitaan kita berikan dalam tarik ulur Panitia Khusus Hak Angket DPR tentang Komisi Pemberantasan Korupsi? Pertanyaan semacam ini menguji sikap... Read More

Menyetankan Habib Rizieq Lewat Media, Percuma !

Posted at May 18, 2017

Menyetankan Habib Rizieq Lewat Media, Percuma ! :Yons Achmad (Pengamat media, Founder Kanet Indonesia) Siapa tokoh muslim Indonesia yang dikenal dengan nahi munkarnya? Jawabnya... Read More

Stop Jadikan Ahok Penglaris Media

Posted at May 16, 2017

Stop Jadikan Ahok Penglaris Media :Yons Achmad (Pengamat Media | Founder  Kanet Indonesia)   Apakah setiap media yang beritakan Ahok  berarti bentuk dukungan? Jawabannya... Read More

Dari Buruh Media Ke Pemilik Media

Posted at May 1, 2017

Hari buruh yang diperingati setiap tanggal 1 Mei menjadi refleksi tersendiri bagi buruh media. Boleh-boleh saja menuntut kenaikan upah. Seperti yang juga dilakukan oleh... Read More


tesssssss