HOME
Home » Blog » Andai Saya Jadi Fahri Hamzah

Andai Saya Jadi Fahri Hamzah

Posted at April 7th, 2016 | Categorised in Blog

Fahri Hamzah

Saya sudah dipecat dari anggota PKS. Artinya, otomatis saya diberhentikan juga dari anggota dewan, dari pimpinan DPR.  Cepat atau lambat. Melawan? Tidak, saya tidak akan melawan atau menuntut apa-apa dari PKS. Barangkali, kehadiran saya memang sudah tidak berguna. Baiklah. Saya akan menerima keputusan pemecatan ini. Saya menghargai  keputusan presiden PKS. Saya tidak akan dendam atau sakit hati. Biarlah pemecatan ini menjadi kisah tersendiri bagi saya. Saya tidak akan meminta DPP merevisi keputusan pemecatan. Saya sudah ikhlas menerima keputusan itu.

Walaupun begitu, sebagai manusia saya sekarang  malah bisa sedikit tersenyum dengan keputusan yang “Bijaksana” ini. Saya ikut mendirikan PKS. Berkiprah di dalamnya. Sampai kemudian sebagai pendiri saya dipecat dari organisasi, partai yang saya ikut mendirikan. Sungguh, ini menjadi lelucon yang mungkin kelak akan saya bagikan ke anak cucu. Tapi, lagi-lagi biarlah ini menjadi cerita tersendiri. Kenangan yang tidak akan mungkin bisa saya lupakan.

Hanya saja, kalau boleh sedikit berpesan. Pada akhirnya, menjadi politisi itu harus  lemah lembut, tidak boleh bicara sembarangan. Juga, ini yang terpenting, Antum harus “Sopan”, lebih-lebih lagi terhadap kekuasaan.  Antum akan mengerti bagaimana arti “Kesopanan” itu setelah “sowan” kepada kekuasaan.  Datang ke istananya.  Tak peduli, seberapa garangnya dirimu , setelah keluar dari pintu istana, antum akan lebih paham apa itu arti “kesopanan”.

Terakhir, setelah dipecat, apa yang akan saya lakukan? Saya akan merenung sebentar, juga memohon ampun pada Allah Swt kalau ternyata saya memang sudah banyak  melakukan kesalahan. Meminta maat kepada teman-teman dekat dan juga kawan-kawan seperjuangan. Saya akan meyakinkan, walaupun saya sudah didepak dari komunitas dakwah ini, saya tidak akan berhenti berdakwah, menyuarakan kebenaran, terutama pada kekuasaan.

Begitu juga, saya tidak akan melepaskan komitmen Islam dan perjuangan yang sama-sama telah kita pahami bersama. Saya barangkali akan fokus menjadi pengusaha, menulis buku dan  lebih sering mengunjungi daerah. Barangkali ada kontribusi yang bisa saya kerjakan di sana.   Membangun pesantren misalnya.  Oh ya, ada pepatah mengatakan, pengkhianat biasanya dari orang dekat. Pepatah ini banyak dikutip orang, tapi saya yakin tidak ada pengkhianatan. Semuanya ini hanya kesalahpahaman. Demikian. (Yons Achmad/ Anggota Keluarga Alumni KAMMI)

No comment for Andai Saya Jadi Fahri Hamzah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Post to Andai Saya Jadi Fahri Hamzah

Konsultan Media di Jakarta

Posted at July 7, 2017

Bagi Anda yang sedang mencari jasa konsultan media, khususnya di Jakarta, tidak salah lagi. Kami, Kanet Indonesia, adalah partner yang tepat bagi Anda. Kami... Read More

Narasi Etis Opini

Posted at June 23, 2017

KEPADA siapakah mayoritas ruang pemberitaan kita berikan dalam tarik ulur Panitia Khusus Hak Angket DPR tentang Komisi Pemberantasan Korupsi? Pertanyaan semacam ini menguji sikap... Read More

Menyetankan Habib Rizieq Lewat Media, Percuma !

Posted at May 18, 2017

Menyetankan Habib Rizieq Lewat Media, Percuma ! :Yons Achmad (Pengamat media, Founder Kanet Indonesia) Siapa tokoh muslim Indonesia yang dikenal dengan nahi munkarnya? Jawabnya... Read More

Stop Jadikan Ahok Penglaris Media

Posted at May 16, 2017

Stop Jadikan Ahok Penglaris Media :Yons Achmad (Pengamat Media | Founder  Kanet Indonesia)   Apakah setiap media yang beritakan Ahok  berarti bentuk dukungan? Jawabannya... Read More

Dari Buruh Media Ke Pemilik Media

Posted at May 1, 2017

Hari buruh yang diperingati setiap tanggal 1 Mei menjadi refleksi tersendiri bagi buruh media. Boleh-boleh saja menuntut kenaikan upah. Seperti yang juga dilakukan oleh... Read More


tesssssss