HOME
Home » Blog » Memahami SMS “Maut” Guru Honorer

Memahami SMS “Maut” Guru Honorer

Posted at March 11th, 2016 | Categorised in Blog

demo guru honorer

Memahami SMS “Maut” Guru Honorer
:Yons Achmad
(Pengamat Media | Founder Kanet Indonesia)

“ A*u,Yudi g*bl*k jadi Menpan rusak, kami bisa hilang kesabaran
tak bantai nt dan keluargamu ! hati2 ini akan jd kenyataan”

Ini salah satu SMS “Maut” yang diterima Menpan RB Yuddy Crisnandi. Dikirim oleh seorang guru honorer salah satu SMA di Brebes, Jawa Tengah. Pendidik yang telah bekerja selama 16 tahun dengan gaji Rp 350 ribu/bulan. SMS itu menjadi dasar sang guru dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh Sespri Menteri Yuddy, Reza Pahlevi. Tak berapa lama, polisi berhasil menangkapnya dan menjebloskannya ke tahanan. Paska penangkapan dan menjadi berita “hot” di media, beragam komentar bemunculan.

Berikut contoh komentar negatif terhadap guru honorer itu di Detik.com “Calon guru menulis SMS seperti itu ? Sudah tepat kalau diberhentikan, kasihan muridnya kalau dia jadi guru dan tidak bisa mengelola emosi dan kesopanan. Sementara, yang positif menulis begini “Sudahlah, mungkin memang guru itu menanggung beban kehidupan berat, tak usah dipolisikan, cukup disikapi dengan nurani dan kemanusiaan”.

Terlepas dari beberapa komentar itu, langkah taktis diambil. Mantan menteri era SBY, Suswono, yang juga politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) pasang badan untuk menjadi jaminan sang guru itu. Akhirnya, setelah melalui mediasi, Menpan RB mencabut laporan tersebut dan sang guru bisa keluar dari tahanan kepolisian. Jujur, ini sebuah langkah cepat dari politisi yang hadir untuk memberikan solusi masalah rakyat, bukan hanya ikut ribut di media (sosial media).

Banyak orang yang berkomentar, apa yang dilakukan sang guru itu sebagai pelajaran dirinya untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan teknologi. Tapi, yang paling penting lagi, justru Menpan RB sendiri yang harus hat-hati dalam mengumbar janji. Kita bisa cari rekam jejak di media bagaimana sang menteri menjanjikan guru honorer akan diangkat jadi PNS. Dan, barangkali tak pernah ada kepastian kapan itu bakal terlaksana. Bagi sang guru, 16 tahun sepertinya sudah cukup untuk mempraktikkan apa yang disebut dengan “Kesabaran”.

Kalau bicara tentang keadilan, di media, kita masih menyaksikan apa yang disebut oleh Yasraf A Piliang (2003) Sebagai pemandangan ironi hukum (irony of law). Kondisi ketika lembaga hukum sibuk menciptakan simulasi keadilan (simulation of justice). Lembaga hukum menciptakan citra seolah-olah (as if). Seolah-olah lembaga hukum telah menegakkan hukum, lembaga pengadilan telah menciptakan keadilan. Semua semata-mata untuk menciptakan citra palsu (pseudo image) lembaga tinggi tersebut yang dalam kenyataannya belum pernah sekali pun menciptakan keadilan yang sejati.

Itu sebabnya, paska heboh soal SMS guru honorer itu, yang perlu dijelaskan oleh MenpanRB adalah transparansi kapan kepastian para guru honorer itu diangkat. Semua itu sebagai tanggung jawab atas janji-janji politiknya, juga janji-janji politik atasannya, tak lain tak bukan Presiden Jokowi. Munculnya kasus ini ke media, perlu disikapi dengan mengedepankan substansi, yaitu kejelasan kebijakan pengangkatan guru honorer itu, bukan semata penyelesaian permasalahan pribadi antara sang guru dengan sang menteri yang suka obral janji itu.

Palmerah, 11 Maret 2016.

No comment for Memahami SMS “Maut” Guru Honorer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Post to Memahami SMS “Maut” Guru Honorer

Konsultan Media di Jakarta

Posted at July 7, 2017

Bagi Anda yang sedang mencari jasa konsultan media, khususnya di Jakarta, tidak salah lagi. Kami, Kanet Indonesia, adalah partner yang tepat bagi Anda. Kami... Read More

Narasi Etis Opini

Posted at June 23, 2017

KEPADA siapakah mayoritas ruang pemberitaan kita berikan dalam tarik ulur Panitia Khusus Hak Angket DPR tentang Komisi Pemberantasan Korupsi? Pertanyaan semacam ini menguji sikap... Read More

Menyetankan Habib Rizieq Lewat Media, Percuma !

Posted at May 18, 2017

Menyetankan Habib Rizieq Lewat Media, Percuma ! :Yons Achmad (Pengamat media, Founder Kanet Indonesia) Siapa tokoh muslim Indonesia yang dikenal dengan nahi munkarnya? Jawabnya... Read More

Stop Jadikan Ahok Penglaris Media

Posted at May 16, 2017

Stop Jadikan Ahok Penglaris Media :Yons Achmad (Pengamat Media | Founder  Kanet Indonesia)   Apakah setiap media yang beritakan Ahok  berarti bentuk dukungan? Jawabannya... Read More

Dari Buruh Media Ke Pemilik Media

Posted at May 1, 2017

Hari buruh yang diperingati setiap tanggal 1 Mei menjadi refleksi tersendiri bagi buruh media. Boleh-boleh saja menuntut kenaikan upah. Seperti yang juga dilakukan oleh... Read More


tesssssss