HOME
Home » Blog » Manajemen Krisis Bandara Soekarno-Hatta yang Menyedihkan Bisa Dijadikan Kajian PR di Berbagai Kampus Ilmu Komunikasi

Manajemen Krisis Bandara Soekarno-Hatta yang Menyedihkan Bisa Dijadikan Kajian PR di Berbagai Kampus Ilmu Komunikasi

Posted at July 5th, 2015 | Categorised in Blog

Kebakaran Bandara Soekarno Hatta
Kebakaran terjadi di JW lounge di Terminal 2E Keberangkatan Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Seperti biasanya, manajemen krisis PT Angkasa Pura II (Persero) begitu menyedihkan. Tidak ada kejelasan mengenai informasi paska kebakaran tersebut. Khususnya kejelasan nasib penumpang pesawat yang pasti mengalami delay (penundaan penerbangan). Beragam keluhan terlontar.

Gambaran tentang carut marutnya penanganan paska kebakaran ini bisa kita baca, salah satunya melalui media online detik.com. Seperti judul berita berikut “Terjebak 3 Jam di Bandara, Hasto Kristiyanto Soroti Lemahnya Manajemen Krisis” Seperti yang kita ketahui, Hasto merupakan Sekjen PDIP yang dikenal cukup sering menghiasi layar kaca. Pengakuannya tentu menjadi komoditas pemberitaan. Dalam berita itu bagaimana Hasto mengeluhkan buruknya manajemen krisis yang begitu lemah.

“Penanganan para penumpang sangat mengecewakan. Angkasa Pura dan Garuda Indonesia praktis tidak memberikan informasi atas apa yang terjadi dan bagaimana dengan kepastian jadwal penerbangan,” komentar Hasto.

Lebih lanjut Hasto melihat suasana sangat semrawut. Terlihat dua karyawan otoritas bandara berdiri kebingungan. “Hanya ada suara keluar dari 1 toa yang dipakai untuk menyampaikan pengumuman, dan suara toa pun tenggelam dalam hiruk pikuk suara penumpang,” ungkapnya.

Begitulah kira-kira gambaran buruknya manajemen krisis bandara yang menyandang bandara internasional tersebut. Gambaran ini sepertinya memang wajah buruk bagaimana performa perusahaan-perusahaan pemerintah. Menyedihkan.

Atas peristiwa tersebut saya jadi ingat pada suatu acara. Peluncuran buku humas pemerintah karya mantan humas Kemkominfo yang sekarang menjadi humas Kemenpora di Wisma Antara, Gatot Dewabrata. Dalam kesempatan tersebut salah satu humas bandara sesumbar ketika dulu menangani kasus yang hampir sama seperti sekarang, kebakaran salah satu gerai atau kafe di bandara tersebut yang bisa diselesaikannya dengan rapi. Tapi rupanya, pengakuan tak sesuai dengan kenyataan. Ya, dengan performa penanganan krisis dalam kasus ini yang begitu menyedihkan dan amburadul. Justru penumpang mengandalkan para poter (pengangkut barang) sebagai sumber informasi.

Lalu apa pelajaran dari kasus ini? Dalam dunia akademik, khususnya dalam Ilmu Komunikasi. Lebih khusus lagi bagi mereka yang menekuni dunia Public Relations (PR) tentu saja kasus ini bisa menjadi “subyek” kajian yang menarik untuk diteliti lebih lanjut. (Yons Achmad, Pemerhati Media, CEO Kanet Indonesia).

No comment for Manajemen Krisis Bandara Soekarno-Hatta yang Menyedihkan Bisa Dijadikan Kajian PR di Berbagai Kampus Ilmu Komunikasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Post to Manajemen Krisis Bandara Soekarno-Hatta yang Menyedihkan Bisa Dijadikan Kajian PR di Berbagai Kampus Ilmu Komunikasi

Konsultan Media di Jakarta

Posted at July 7, 2017

Bagi Anda yang sedang mencari jasa konsultan media, khususnya di Jakarta, tidak salah lagi. Kami, Kanet Indonesia, adalah partner yang tepat bagi Anda. Kami... Read More

Narasi Etis Opini

Posted at June 23, 2017

KEPADA siapakah mayoritas ruang pemberitaan kita berikan dalam tarik ulur Panitia Khusus Hak Angket DPR tentang Komisi Pemberantasan Korupsi? Pertanyaan semacam ini menguji sikap... Read More

Menyetankan Habib Rizieq Lewat Media, Percuma !

Posted at May 18, 2017

Menyetankan Habib Rizieq Lewat Media, Percuma ! :Yons Achmad (Pengamat media, Founder Kanet Indonesia) Siapa tokoh muslim Indonesia yang dikenal dengan nahi munkarnya? Jawabnya... Read More

Stop Jadikan Ahok Penglaris Media

Posted at May 16, 2017

Stop Jadikan Ahok Penglaris Media :Yons Achmad (Pengamat Media | Founder  Kanet Indonesia)   Apakah setiap media yang beritakan Ahok  berarti bentuk dukungan? Jawabannya... Read More

Dari Buruh Media Ke Pemilik Media

Posted at May 1, 2017

Hari buruh yang diperingati setiap tanggal 1 Mei menjadi refleksi tersendiri bagi buruh media. Boleh-boleh saja menuntut kenaikan upah. Seperti yang juga dilakukan oleh... Read More


tesssssss