HOME
Home » Blog » Begini Cara Media Online Tempo Serang Sultan Jogja

Begini Cara Media Online Tempo Serang Sultan Jogja

Posted at March 7th, 2015 | Categorised in Blog

Sultan Jogja

“Sultan Yogya: Enggak Usah Ikut-ikutan Kuliah Kalau Tak Mampu” Itu judul berita yang diterbitkan Tempo Online 6 Maret 2015. Apa yang terpikirkan oleh pembaca? Tentu, yang muncul barangkali emosi pembaca bahkan mungkin umpatan kepada Sultan Jogja yang tak seharusnya bicara begini, harusnya mendorong dan memfasilitasi warga untuk bisa kuliah. Bukan melontarkan kata-kata yang agak melecehkan itu.

Tapi nanti dulu. Itukan hanya judul yang dibuat wartawan Tempo. Judul yang bagi saya memprihatinkan. Tempo mencoba memprovokasi pembaca dengan judul bombastis semacam itu. Hasilnya, memang beberapa pembaca yang hanya membaca judulnya saja, ada beberapa yang terpancing dan melontarkan komentar negatif. Yang salah satunya kemudian mengumpat Sultan Jogja. Bagi pembaca yang kurang cerdas mengkonsumsi media tentu akan mudah terprovokasi dengan judul-judul semacam itu. Tapi tidak bagi pembaca yang sudah terlalih dengan pemahaman literasi (melek) media.

Setelah saya baca isi beritanya, Tempo memang sengaja melakukan pemilihan judul yang mengambil sepenggal kata dari Sultan. Padahal, konteks peristiwanya Sultan meresmikan sebuah sekolah SMK (Sekolah Menengah Kejuruan). Yang dalam peresmian itu Sultan mendorong untuk membuka usaha mandiri dan seperti dikutip Tempo “Kalau sudah ada sekolah menengah kejuruan yang baik, masyarakat di desa enggak usah melu-melu (ikut-ikut) kuliah kalau enggak mampu (biaya),” ujar Sultan.

Saya kira melihat konteks peristiwanya tak ada yang salah dengan komentar Sultan. Wajar Sultan bilang begitu. Dan wajar pula karena toh dalam konteks bicaranya, tentang keberadaan lulusan SMK yang memang disiapkan untuk siap bekerja. Berbeda misalnya ketika bicara kepada lulusan Sekolah Menengah Umum (SMU).

Tapi apa boleh buat, media sekelas Tempo masih ikut-ikutan “trend” media online yang baru tumbuh dengan memproduksi karya jurnalistik dengan judul-judul yang provokatif. Dalam kasus judul ini saya kira pemilihan judul itu secara langsung bahkan cenderung menyerang Sultan Jogja. Tapi ya itulah gaya Tempo, apa boleh buat, mereka barangkali memang punya standar jurnalistik yang entah bagaimana sering memunculkan berita-berita “sampah” semacam itu. Tapi jangan lupa, konsumen media toh sudah semakin banyak yang dibekali dengan pemahaman literasi (melek) media. Jadi, pembaca yang tercerahkan tak akan terpancing dengan berita-berita semacam itu. (Yons Achmad/Pemerhati Media/ CEO Kanet Indonesia).

No comment for Begini Cara Media Online Tempo Serang Sultan Jogja

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Post to Begini Cara Media Online Tempo Serang Sultan Jogja

Konsultan Media di Jakarta

Posted at July 7, 2017

Bagi Anda yang sedang mencari jasa konsultan media, khususnya di Jakarta, tidak salah lagi. Kami, Kanet Indonesia, adalah partner yang tepat bagi Anda. Kami... Read More

Narasi Etis Opini

Posted at June 23, 2017

KEPADA siapakah mayoritas ruang pemberitaan kita berikan dalam tarik ulur Panitia Khusus Hak Angket DPR tentang Komisi Pemberantasan Korupsi? Pertanyaan semacam ini menguji sikap... Read More

Menyetankan Habib Rizieq Lewat Media, Percuma !

Posted at May 18, 2017

Menyetankan Habib Rizieq Lewat Media, Percuma ! :Yons Achmad (Pengamat media, Founder Kanet Indonesia) Siapa tokoh muslim Indonesia yang dikenal dengan nahi munkarnya? Jawabnya... Read More

Stop Jadikan Ahok Penglaris Media

Posted at May 16, 2017

Stop Jadikan Ahok Penglaris Media :Yons Achmad (Pengamat Media | Founder  Kanet Indonesia)   Apakah setiap media yang beritakan Ahok  berarti bentuk dukungan? Jawabannya... Read More

Dari Buruh Media Ke Pemilik Media

Posted at May 1, 2017

Hari buruh yang diperingati setiap tanggal 1 Mei menjadi refleksi tersendiri bagi buruh media. Boleh-boleh saja menuntut kenaikan upah. Seperti yang juga dilakukan oleh... Read More


tesssssss